Pekalongan – Sebagai upaya mengantisipasi luapan air yang kian meluas, puluhan personel TNI dari Kodim 0710/Pekalongan bersama warga melakukan aksi tanggap darurat di bantaran Sungai Sengkarang tepatnya di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada pengisian pasir endapan (ladu) ke dalam karung untuk memperkokoh dan meninggikan tanggul sungai yang mulai kritis.
Danramil 12/Tirto, Lettu Inf Eko Lestiyo, yang memimpin langsung jalannya aksi tersebut, menyatakan bahwa sebanyak 20 personel gabungan dari Anggota Oncall Kodim dan Koramil 12/Tirto dikerahkan ke lokasi.
"Kami melakukan pengerukan endapan pasir sungai untuk dimasukkan ke karung, kemudian dilangsir untuk meninggikan tanggul. Target kami ada sekitar 1.000 karung urugan untuk membendung limpasan air," ujar Lettu Inf Eko di sela-sela kegiatan.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya debit air Sungai Sengkarang yang mulai melimpas ke pemukiman warga akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa limpasan air sungai telah memberikan dampak signifikan bagi warga sekitar. Hingga saat ini, tercatat ada tiga desa di wilayah Kecamatan Tirto yang masih tergenang banjir yaitu Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo dan Desa Karangjompo.
Ketinggian air di pemukiman warga dilaporkan bervariasi, mulai dari 30 cm hingga mencapai 70 cm. Peninggian tanggul ini diharapkan dapat memutus aliran limpasan air sungai sehingga debit genangan di tiga desa tersebut tidak semakin naik.
Aksi gotong royong ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat yang turut bahu-membahu bersama personel TNI. Kehadiran anggota Kodim 0710/Pekalongan diharapkan dapat mempercepat proses penanganan darurat sebelum cuaca memburuk kembali.
Pihak TNI mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang masih fluktuatif dan potensi kenaikan air sungai yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
.jpeg)